Senin, 23 Juni 2014

permasalahan ODHA



Permasalahan ODHA

       Pengetahuannya kurang
       Keterampilan dan kemampuan kurang
       Sikap dan keyakinan yang tidak mendukung
       Tekanan sosial dan budaya
       Lingkungan yang bersifat membatasi

Faktor-Faktor yang Menyebabkan  Ketidakberdayaan ODHA:
             Ketidaktahuan dan Pengetahuan yang Keliru tentang HIV/AIDS
             Pengaruh Infeksi Opportunistik (IO)
             Jangkauan Layanan Kesehatan termasuk layanan VCT
             Stigma dan diskriminasi, hilangnya dukungan sosial,
             Pengobatan yang salah

Cara untuk mendorong perubahan positif untuk Odha:
       Menambah pengetahuan
       Keterampilan yang lebih luas
       Sikap dan keyakinan yang positif
       Faktor sosial dan budaya yang mendukung
       Lingkungan yang mendukung


Pencegahan HIV Melalui Transmisi Seksual (PMTS)

Pencegahan HIV  Melalui Transmisi Seksual (PMTS)


Latar Belakang Masalah
       Penularan HIV melalui transmisi seksual é
       Populasi laki-laki rentan tertular HIV:
  Pekerjaan nya + Perilakunya
  Est jml pelanggan WPS = > 3.241.244 orang
  Est jml lelaki berisiko tinggi (LBT): 6,9 juta
  Pelanggan WPS: Prev HIV = 0,8%, Sifilis 6,2% (STHP’07)
60% memiliki pasangan
Penggunaan kondom masih


Mengapa kita tidak menggunakan intervensi  individual ?
       Lebih mahal
       Membutuhkan sumber daya lebih
       Terbatas dalam jangkauan, efektivitas dan keberlanjutan (sustainability)


Apakah Intervensi Struktural ?

Intervensi terhadap lingkungan / tatanan fisik, sosial kemasyarakatan, ekonomi, politik, budaya dan peraturan perundangan untuk mendukung upaya penanggulangan HIV dan AIDS dalam rangka mewujudkan manusia pembangunan yang sehat dan produktif
       Komponen PMTS
   Komponen I : Peningkatan Peran Positif Pemangku Kepentingan
   Komponen II : Pemberdayaan PS dan Komunikasi  Perubahan Perilaku
   Komponen III : Manajemen Pasokan Kondom & Pelicin
   Komponen IV : Pengendalian IMS Komprehensif & Terpadu (pengobatan  IMS  rutin, termasuk PPB)
   Monev yang berkelanjutan
      KOMPONEN I
PENINGKATAN PERAN POSITIF PEMANGKU KEPENTINGAN
TUJUAN :
menciptakan lingkungan yang kondusif untuk perubahan perilaku berisiko pada individu dan kelompok dengan melakukan transformasi tatanan sosial
      KOMPONEN II
KOMUNIKASI PERUBAHAN PERILAKU
Pemberdayaan PS dan Pelanggan PS untuk:
                Perilaku seksual yang tidak berisiko (perilaku hidup sehat)
                Perilaku mencari pengobatan yang tepat
Perubahan perilaku seluruh pemangku kepentingan  di lokasi untuk mendukung tercapainya perilaku hidup sehat yang berkesinambungan

       KOMPONEN III
MANAJEMEN PASOKAN KONDOM & PELICIN
TUJUAN :
           Menjamin agar kondom  & pelicin selalu tersedia & terjangkau dalam jumlah cukup di lokasi

RUANG LINGKUP :
   Persiapan & penggalian kebutuhan
   Manajemen pengadaan  & pemasokan
   Manajemen penyimpanan
   Manajemen pendistribusian
   Mekanisme promosi ke PS, pelanggan PS, dan pemangku kepentingan lokal
      
KOMPONEN IV
PENGENDALIAN IMS KOMPREHENSIF & TERPADU

Pengobatan Presumtif Berkala (PPB)
        Untuk seluruh target populasi (total coverage)
        Tidak melihat ada penyakit atau tidak, ada keluhan maupun tidak
        Sasaran: seluruh PS (terjadwal) & PS baru (setiap waktu)
Pengobatan IMS rutin berdasarkan gejala dan pemeriksaan laboratorium
       Bagaimana Pembagian Peran?
       Strategi Implementasi Program PMTS paripurna
       Progr  “Pencegahan Penularan (HIV)
kepada & dari Lelaki berisiko tinggi (LBT)”
Pendekatan komprehensif/ struktural:
à Di Tempat Kerja: peran aktif pimpinan perusahaan/  personaliaà K3: Keselamatan & Kesehatan kerja
à  Waktu “istirahat/ di luar jam kerja” Rekreasi sehat/ produktif, atau rekreasi dengan seks berisiko ?
àDi tempat rekreasi seks berisiko: PMTS “hotspot”: KPP & pemberdayaan PS, KONDOM, Pengob IMS, Lingkungan yang kondusif: pelibatan pemimpin2 & warga masy, satpol PP dll  peraturan lokal?
       PMTS Paripurna


Rabu, 18 Juni 2014

konsep dasar HIV dan AIDS

 

HIV : melemahkan sistem kelemahan tubuh, menyerang sistem kekebalan tubuh.

AIDS : kumpulan dari beberapa gejala yang disebabkan oleh HIV

 


                  ANATOMI VIRUS AIDS



lukleoid yang berbentuk silindris dalam virion matur.

Virus ini mengandung 3 gen yang dibutuh kan untuk replikasi retrovirus yaitu gag, pol, env.

Terdapat lebih dari 6 gen tambahan pengatur ekspresi virus yang penting dalam patogenesis penyakit.


  REPLIKASI HIV



        Seperti semua virus, HIV harus masuk ke sel lain untuk replikasi. HIV adalah retrovirus dan bahan genetiknya RNA, harus diubah menjadi DNA saat replikasi.


       HIV memakai sel CD4 untuk replikasi,

      Reseptor CD4 dipakai oleh HIV untuk Mengikat pada sel seperti kunci dan anak kunci.

      Waktu mengikat diri pada sel CD4, HIV membuat Sel tersebut menjadi," Pabrik HIV ". miliaran virus dibuat dan akhirnya sel CD4nya dibunuh.

       Jumlah CD4 yang normal adalah di antara 600 - 1500. 

 

Progesivitas HIV


—     Secara umum HIV menyerang sistem kekebalan tubuh manusia

       Virus yang baru terbentuk akan menyerang CD4 (sel darah putih) lainnya, dengan proses ini HIV merusak dan dapat mematikan sel-sel CD4

        Merupakan virus yang termasuk subclass lenti-viruse

       Karakter utama: interval yang lama dari infeksi sampai terjadinya penyakit.



CD 4

CD4 (cluster of differentiation 4) adalah reseptor pada permukaan sel limfosit T yang menjadi tempat melekatnya virus HIV.
Jumlah CD4 yang rendah dalam plasma merupakan petunjuk progresivitas penyakit pada infeksi HIV.


4 PRINSIP DASAR      PENULARAN

1. Exit yaitu terdapat virus yang keluar

2. Survival yaitu bertahan hidup

3. Sufficient yaitu cukup jumlahnya

4. Enter yaitu terdapat pintu masuk 



JALUR  PENULARAN

   

 1. MELALUI DARAH

a. Langsung :

     Transfusi darah yang tercemar

      transplantasi organ tubuh

 b. Tidak langsung :

      Jarum suntik

     Peralatan kedokteran

      Jarum tatto, tindik, pisau cukur tidak steril dipakai bersama

   

 2. MELALUI CAIRAN SPERMA/VAGINA

3. MELALUI PLASENTA & AIR SUSU

 

  Virus HIV tidak menular

   Air mata

  Air ludah

  Keringat

  Urin

  Kehidupan sosial

  Hidup serumah

   Hidup bertetangga

   Hidup bermasyarakat


       * Satu tempat sekolah

       * Satu tempat pekerjaan

       * Bersalaman, bersinggunggan,  & berciuman




Gejala HIV/AIDS 


Gejala penyakit HIV AIDS

1. Gejala mayor:

a. Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan

b. Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan

c. Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan

d. Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis

e. Demensia/ HIV ensefalopati


Gejala HIV/AIDS

2. Gejala minor:

a. Batuk menetap lebih dari 1 bulan

b. Dermatitis generalisata

c. Adanya herpes zoster multisegmental dan herpes

    zoster berulang

d. Kandidias orofaringeal

e. Herpes simpleks kronis progresif

f.  Limfadenopati generalisata

g. Retinitis virus Sitomegalo



  PENCEGAHAN HIV

  A : Abstinence  = tidak melakukan hubungan seks

  B: Be faithful  = setia pada pasangan (hub monogami dan pasangan juga setia

  C: Condom  = menggunakan kondom saat hubungan seks dan kondom juga digunakan bagi pasangan yg keduanya HIV+

  D: Don’t inject jangan menggunakan narkoba dg cara suntik karena kebiasaan buruk pencandu narkoba sering berganti jarum

  E: education pemberian informasi dari sumber yg kompeten melalui penyuluhan, seminar, pelatihan dll 


  Bagaimana HIV menjadi AIDS ?

   

 Stadium I: (Window Period)

              Rentang waktu pembentukan antibodi HIV 1-6 bulan (antara msknya HIV kedalam tubuh dan munculnya antibodi thd virus tsb )

                      Tdk terdapat tanda2 khusus tetapi virus tetap berkembang

                      Tidak ada gejala serius / normal

                      Dengan test HIV blm terdeteksi keberadaan virus


Stadium II: (HIV + tanpa gejala)

              Penderita HIV menunjukkan gejala2 terkait HIV tetapi msh dapat beraktifitas normal

                     Terjadi sekitar 2-10 th sejak terinfeksi 

                      Terjadi penurunan BB th terakhir

                      Muncul ruam kecil di kulit, infeksi jamur kuku, ulcus mulut berulang

                     Herpes zoster 

                     ISPA berulang, tonsilitas, OTM, faringitis


Stadium III: (HIV + muncul gejala)

           Munculnya penyakit terkait HIV dg ditandai dg pembesaran kelenjar limfe

                 Keringat berlebihan dan demam berkepanjangan

                 Diare kronis, flu dan penurunan BB

                  Sariawan 

     Penderita <50% hanya bisa berbaring

 

  Stadium IV:

     Kondisi kekebalam tubuh sangat lemah ditandai dg bermacam2 penyakit

     Mulai muncul AIDS

     Muncul IO seperti :

        a. kanker kulit
        b. Candidiasis
        c. Herpes simplex
        d. Nefrofati
        e. kardiomiopati, dll

HAART (highly active ART)

  Terapi ARV sangat  aktif pd semua pasien stadium IV tanpa memperdulikan jumlah CD4

  Direkomendasikan pada pasien stadium I,II,III dg jumlah CD4 dibawah 350 sel/mm3
  RESISTENSI OBAT
  Suatu kondisi dimana virus HIV dpt terus menggandakan diri sementara pasien masih mengkonsumsi obat.

KEPATUHAN  ART
     Patuh dg jenis obat yang tepat
     Patuh cara minum obat
     Patuh waktu minum obat
     Patuh dosis minum obat
     Patuh masa terapi

  PENYEBAB KETIDAKPATUHAN  ART
     Jumlah obat banyak
     Hubungan Dokter-Pasien kurang harmonis
     Masih aktif minum obat narkotika atau alkohol
     Keluarga kurang harmonis
     Gangguan mental  Depresi
     Pendidikan pasien kurang
     Efek samping obat